Dinda's Blog

HAVE FUN AND ENJOY WITH THIS BLOG ;)

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika Dewa Thor Marah..

Diposting oleh Dinda Fitri Fatimah |


      Bunyi guntur sering membuat jantung kita seperti akan copot. Sambaran cahaya petir yang tampak dari jendela, juga membuat bulu kuduk kita menjadi jabrik! Hiii.. biasanya kita akan cepat-cepat bersembunyi di belakang Ibu, atau di balik bantal. Hmm, sebenarnya apa ya, yang menyebabkan terjadinya petir dan guntur?

M E N U R U T  D O N G E N G
      Dahulu kala, saat ilmu pengetahuan belum maju, manusia belum tau penyebab terjadinya petir. Padahal mereka sangat takjub ketika melihat petir. Mereka lalu menebak-nebak dan membuat cerita. Itu sebabnya, muncul berbagai dongeng tentang asal-usul petir. Salah satunya adalah dongeng petir dari bangsa Viking. Salah satu dewa yang terkenal bagi bangsa Viking adalah Thor, Si Dewa Petir. Menurut cerita, Thor adalah dewa yang pemarah namun baik hati. Dewa Thor memiliki senjata pali sakti yang disebut Mjollnir. Jika Thor marah, ia akan memutar-mutar Mjollnir di atas kepalanya lalu melemparnya sekuat tenaga. Konon, Mjollnir itulah yang menimbulkan bunyi menggelegar dan cahaya kilat.

M E N U R U T  I L M U  P E N G E T A H U A N
1.                           Menurut para peneliti, awan badai mengandung banyak sekali butir air. Nah, di setiap permukaan butir air itu, terdapat muatan listrik. Itu berarti, di dalam segumpal awan badai terkandung cukup banyak listrik. Ada awan badai yang bermuatan listrik positif, ada juga yang negatif.
2.                     Muatan-muatan listrik ini selalu mencari pasangannya/ si posotof ingin bertemu si negatif, begitu juga sebaliknya. Akibatnya, jika awan badai bermuatan positif berdekatan dengan awan badai bermuatan negatif, muatan-muatan ini berlompatan ingin bertemu. Naaaah pada saat mereka bertemu itulah terjadi petir atau kilat.
3.                                Petir yang panas membuat udara di sekitarnya mengembang dengan cepat. Udara yang mengambang itu menabrak udara dingin di sekitarnya. Tabrakan itu mengeluarkan bunyi yang kita sebut guntur! Jika sambaran petirnya panjang, maka bunyi gunturnya pun panjang sebab udara di sepanjang petir itu menjadi panas.
4.                            Oh iya, tanah pun mengandung muatan listrik positif dan listrik negatif. Itu sebabnya, petir juga bisa terjadi jika muatan listrik di awan badai dan di tanah berlompatan untuk bertemu. Petir yang menyambar ke tanah kadang menyebabkan pohon tumbang. Gedung-gedung tinggi biasanya memakai penangkal petir. Petir dari awan badai dialirkan oleh penangkal petir ke tanah, agar petir tidak menyambar gedung.

Yang Dahsyat Tentang Petir
  • Panjang petir bisa mencapai 13-16 kilometer 
  • Petir menyambar bumi sebanyak 100 kali setiap detik 
  • Besar tegangan satu kilatan petir kira-kira 15.000.000 volt (bandingkan dengan listrik di rumah kita yang hanya 220 volt) 
  • Temperatur petir bisa mencapai 27.760o C (dalam temperatur 100o C saja air sudah mendidih)
  • Kecepatan sambaran petir kira-kira 30.000.000 m/detik (kecepatan mobil balap F-1 kira-kira 70 m/detik)
Nah, kini berterimakasihlah kepada para peneliti petir. Berkat mereka, kita menjadi tau kalau terdengar bunyi “gluduugh” di saat hujan itu artinya muatan listrik positif dan negatif di awan-awan badai sedang bertemu dengan riangnya. Bukannya Dewa Thor sedang marah-marah!

0 komentar:

Subscribe