Dinda's Blog

HAVE FUN AND ENJOY WITH THIS BLOG ;)

Sabtu, 09 Oktober 2010

renungan bagi kita semua

Diposting oleh Dinda Fitri Fatimah |

Apa kabar sahabatku?
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Saya pun yakin bukan karena apa-apa
Tapi rutinitas kesibukan yang telah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu.. mempelai sangat dimanjakan
Mandipun, harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka
Tak ada sehelai benang pun yang menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan, lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih
Itulah sosok kita..
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan,.
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu.. jarang orang memakainya
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita
Bagian kepala, badan dan kaki diikatkan
Tataplah! Tataplah! Itu wajah kita
Keranda pelaminan langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian

Mempelai diarak keliling kampung
Bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal-usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin
Berwalikan liat lahat
Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan
Siraman air mawar sebagai penghantar akhir kerinduan

dan akhirnya...
Tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendirian
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah
Dan ketika 7 langkah telah pergi,
Kita pun ditanyai oleh sang Malaikat
Kita tak tau apakah akan memperoleh Nikmat Kubur
Ataukah kita kan mendapat Siksa Kubur
Kita tak tau, dan tak seorang pun yang tau
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata
Seolah barang berharga yang sangat mahal

Dan Dia Kekasih itu
Menetapkanmu ke syurga
Atau melemparkanmu ke dalam neraka
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga
Amin Yaa Rabbal Alamin

Subscribe